Selamat Datang di Blog Chmstyr

Rabu, 04 November 2020

Anxiety Disorder

 Anxiety Disorder

Anxiety Disorder atau biasa disebut gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang ditandai dengan ketakutan dan kecemasan yang tidak wajar.

Penyebab :

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti dari gangguan kecemasan. Faktor-faktor lain seperti genetik, biologi, reaksi kimia, stres, dan lingkungan diyakini berperan dalam terjadinya gangguan kecemasan.

Gejala:

Gejala berupa stres yang tidak sesuai dengan dampak peristiwa, ketidakmampuan untuk menepis kekhawatiran, dan gelisah.

Perawatan dan Pengobatan :

1. Perawatan diri.
2. Psikoterapi.
3. Obat-obatan.

Post Traumatic Stress Disorder

Post Traumatic Stress Disorder 

Post Traumatic Stress Disorder atau gangguan stres pasca trauma adalah kondisi kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa yang traumatis, baik dengan mengalaminya maupun menyaksikannya.

Penyebab :

1. Pengalaman yang menakutkan, termasuk jumlah dan tingkat keparahan trauma yang telah dialami dalam hidup.
2.Mewarisi risiko kesehatan mental, seperti riwayat gangguan kecemasan dan depresi dalam keluarga.

Gejala :

1. Gejala ingatan Intrusif.
2. Perubahan pada reaksi emosional atau fisik.
3. Perubahan negatif pada cara berpikir dan mood.

Perawatan dan Pengobatan :

1. Psikoterapi.
2. Obat-obatan.

Skizofrenia

 Skizofrenia

Skizofrenia adalah Gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik.

Penyebab :

Penyebab pasti skizofrenia tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan.

Gejala :

1. Berperilaku Agresif.
2. Kehilangan pengendalian.
3. Gangguan Pikiran.
4. Delusi.
5. Delusi persekutorik.
6. Depresi.
7. Paranoia.

Perawatan dan Pengobatan :

1. Rehabilitasi.
2. Psikoterapi.

Bipolar Disorder

 Bipolar Disorder

 Bipolar Disorder adalah Suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif/tertekan ke tertinggi/manik.

Penyebab : 

Penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak (neurotransmitter).

Gejala :

1. Depresi.
2. Energi tinggi atau terlalu bersemangat.
3. Jam tidur yang kurang.
4. Sering berkhayal.
5. Paranoia.

Perawatan dan Pengobatan :

1. Psikoterapi.
2. Obat-obatan.

Seasonal Affective Disorder

Seasonal Affective Disorder

Seasonal Affective Disorder (SAD) atau biasa disebut juga Gangguan Afektif Musiman adalah Suatu gangguan suasana hati yang ditandai oleh depresi, yang terjadi pada waktu sama setiap tahun.

Kasus SAD lebih banyak dijumpai di negara dengan empat musim. Meskipun dmikian, kemungkinan SAD dialami penduduk di negara dua musim juga masih terbuka lebar. SAD sebenarnya adalah suatu kondisi siklik musiman. Artinya bahwa gejala yang dialami muncul dan hilang pada waktu yang sama setiap tahun.

Di negara empat musim, gejala gangguan ini biasanya muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin. Gejala ini kemudian hilang ketika hari menjadi lebih cerah seperti pada musim semi dan musim panas.

Penyebab :

1. Jam biologis (ritme sirkadian).
Kurangnya sinar matahari di musim gugur dan musim dingin dapat mengganggu jam internal tubuh yang memungkinkan kita tahu kapan harus tidur atau terjaga.

2. Melatonin meningkat.
Perubahan musim dapat mengganggu keseimbangan hormon melatonin yang berperan dalam pola tidur dan suasana hati.

3. Penurunan Serotonin.
Penurunan serotonin, zat kimia otak (neurotransmitter) yang mempengaruhi suasana hati, mungkin juga berpengaruh dalam gangguan afektif musiman.

Gejala :

1. Depresi. 

2. Merasa putus asa.

3. Merasa cemas.

4. Banyak tidur.

5. Kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya disukai.

6. Sulit berkonsentrasi dan mengolah informasi

Perawatan dan Pengobatan :

1. Terapi Cahaya.

2. Obat-obatan.

3. Psikoterapi.

Psikologi

Psikologi

Psikologi adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiahSeseorang yang melakukan praktik psikologis disebut sebagai psikolog.

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu), sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filsafat yang diprakarsai sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu setiap makhluk hidup memiliki jiwa.

Laboratorium Wundt

Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di Universitas Leipzig, Jerman. Ditandai dengan berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih memahami manusia telah ditemukan walaupun belum terlalu memadai.